Jumat, 03 Juli 2020

Cooking: Kue Mochi Pelangi Homemade


Kue Mochi Homemade Part I



Kue Mochi Pelangi Homemade

Bahan:
-220gr Tepung Ketan
-100gr gula pasir
-200ml santan cair
-sejimpit garam
-pasta pandan, pasta kuning, pasta biru

Bahan isi:
-30gr brown sugar halus
-100gr kacang sangrai, haluskan
- 20ml air hangat

Bahan lumuran/coating:
-1lembar daun pandan
- Tepung maizena secukupnya

Cara Membuat:
1. Campur tepung ketan, garam dan gula pasir. Tambahkan santan sedikit demi sedikit, aduk dengan whisk.
2. Bagi adonan menjadi 3 bagian ke mangkuk stainless/bisa juga mangkok plastik. Beri pasta pewarna makanan.
3. Kukus kurleb 15-20menit sampe matang, beri kain lap pada tutup panci.
4.Selagi mengukus, masak buat bahan isi dengan mencampur semua bahan.
Untuk bahan coating/taburan/lumuran cukup sangrai daun pandan dan maizena dengan api kecil.
5. Setelah matang, angkat. Gilas adonan dan taburi tepung agar tidak lengket. Bentuk bulat dan isi dengan kacang. Lumuri dengan maizena sangrai.

#moci #mochi #resepmochi #kueberas #kueketan #resepfuncookiesdf #funcookiesdf


Mochi Homemade

Mochi ini versi homemade buatanku setelah baca beberapa resep cara membuat mochi. Yang jelas bukan versi bandung banget ya. Memanfaatkan stock bahan yang ada, akhirnya coba iseng buat jenis cemilan ini.

Setelah dicoba, ternyata ga terlalu sulit juga. Cuma butuh sedikit ketelatenan untuk membuatnya. Apalagi waktu membuat adonan bulatnya itu butuh waktu ekstra supaya bisa mempertahankan adonan dicetak saat masih dalam keadaan lumayan hangat.


Untuk bahan isian bisa dikombinasikan dan dibuat varian sesuai selera, kalo saya pertama belajar pakai stock kacang sangrai. Selanjutnya saya coba pakai isian coklat, dan selai rasa. Boleh juga rasanya. Tapi saya tetap menikmati original dengan rasa kacang. Pas aja rasanya ketika dikunyah ada rasa manis rempahan kacang, gurih gitu aromanya.

Nikmat lagi kalo disantap dengan meminum secangkir teh tawar hangat. Pas cuaca dingin, makan mochi yang masih hangat itu berasa aja nikmatnya. Kalo saya bikin tepung sangrainya sengaja pakai daun pandan, biar ada wangi-wanginya atoma pandan. Aroma kacang dan pandan perpaduan yang menarik dalam membuat mochi ini. Sengaja saya warna-warni supaya lebih menarik lagi pas dilihat, pengen makan lagi dan lagi.

Bagi yang hobi masak, pasti mudah deh buat cemilan yang satu ini. Selamat mencoba !!😊






Cooking: Bolu Air Irit 1 Telur



Bolu Air Irit 1 Telur

Bahan:
-200gr tepung terigu
-100ml air
-1sdt sp
-100gr gula pasir
-1sdm susu coklat bubuk
-10gr coklat bubuk
-1 telur uk.sedang
-sejimpit garam
-¼ sdt vanili

Cara membuat:
1. Mixer gula, telur, sp, garam dan vanili kec.tinggi mengembang sampai kental berjejak, tambahkan air sedikit demi sedikit/3-4kali sambil di mixer
2. Masukkan tepung terigu dan susu bubuk yang sudah diayak.
3. Mixer sebentar saja kec.rendah,jangan over mix. Aduk dengan spatula
4. Ambil ±5 sdm adonan, campur dengan coklat bubuk. Pisahkan.
5. Tuangkan adonan ke loyang yg diolesi mentega, baru tuangkan adonan coklat diatasnya melingkar, lalu putar dengan lidi.
6. Oven dengan api atas bawah, ±30 menit suhu 180° / sesuai panas oven masing2.
Tunggu dingin baru keluarkan dr loyang
#boluair #boluair1telur #boluirit #bolucoklat #resepboluair #funcookiesdf #resepfuncookiesdf


Bolu Air 
Ini bukan percobaan pertama kali membuat bolu air. Tapi setelah 1x gagal, akhirnya kedua kalinya bolu air ini berhasil aku bikin. Awalnya entah karena over mix telurnya, atau mungkin kualitas telur yang sudah ngga bagus lagi karena terlalu lama di pendingin. Jadi bolu airnya langsung mengempis, turun setelah dimix tepung.




Senin, 29 Juni 2020

Cooking: Puding Labu Kuning




Puding Labu Kuning

Bahan:
- 100gr labu kuning
- 1 sachet agar2 plain (saya swallow non warna ya)
- 120gr gula pasir/ manis sesuai selera
- 1 sachet skm
- sejimpit garam (boleh skip)
- 500ml air
- 1 sachet santan kara

Cara Membuat:
1. Kupas dan kukus labu kuning, saya potong dadu biar mudah menumbuknya.
2. Tumbuk/haluskan labu kuning dengan garpu, campur sedikit air, saring hingga didapat cairan labu tekstur halus/lembut.
3. Rebus air yang sudah dicampur hasil saringan labu tadi.
4. Masukkan bahan agar, santan, skm, gula pasir dan boleh tambah sedikit garam.
5. Aduk terus hingga mendidih
6. Tuang ke cetakan (saya cetakan uk.tanggung)
7. Setelah cukup dingin, simpan dikulkas.

#puding
#reseppuding
#pudinglabu
#pudinglabukuning
#funcookiesdf



Labu Kuning

Sayuran berbentuk besar, berwarna kuning ini selalu mengingatkan saya pada dongeng rakyat Timun Mas dan film magician Harry Potter. Sayuran yang satu ini cukup unik bagi saya, karena meskipun disimpan dalm kurun waktu lama, dia tak akan layu seperti sayur-sayur pada umumnya. Jadi ketika sudah cukup usia, dan berubah warna menjadi kuning, labu ini bisa disimpan setelah dipetik. 

Selain sebagai olahan sayuran, labu kuning cocok menjadi kudapan bersantai untuk sekedar dikukus atau direbus dengan umbi-umbian. Bisa juga diolah menjadi bahan kolak, donat juga.
Kandungan vitaminnya juga tak usah diragukan lagi, selain mengandung zat besi, kaya akan serat, dan sumber karbohidrat juga.



Manfaatnya yang baik untuk kesehatan pencernaan, membuat saya tertarik untuk mencoba mengkolaborasikannya menjadi puding. Karena cocok untuk kesehatan lambung, labu kuning ini baik untuk penderita maag. Oleh karena itu, saya sangat rekomendasikan agar kamu yang memiliki masalah lambung untuk mencoba aneka olahan dari labu kuning ini. Warnanya pun menarik perhatian,, dan membuat saya tidak ingin berhenti makan ketika menemukan olahan dari makanan ini. Stay Healthy !!!

#Labukuning








Cooking: Puding Ubi Ungu

               


Puding Ubi Ungu

Bahan:
- 130gr ubi ungu/ 2 ubi ungu uk.sedang
- 1 sachet agar2 plain (saya swallow non warna ya)
- 125gr gula pasir/ manis sesuai selera
- 1 sachet susu kental manis - sejimpit garam (boleh skip)
- 750ml air
- 1 sachet santan kara

Cara Membuat:
1. Kupas dan kukus ubi, saya potong dadu biar mudah menumbuknya.
2. Tumbuk/haluskan ubi dengan garpu, campur sedikit air, saring hingga didapat cairan ubi tekstur halus/lembut.
3. Rebus air yang sudah dicampur hasil saringan ubi tadi.
4. Masukkan bahan agar, santan, skm, gula pasir dan boleh tambah sedikit garam.
5. Aduk terus hingga mendidih
6. Tuang ke cetakan (saya cetakan uk.tanggung bisa jadi 2 cetakan)
7. Setelah cukup dingin, simpan dikulkas.

#puding
#reseppuding
#pudingubi
#pudingubiungu
#funcookiesdf
#resepfuncookiesdf


Ubi Ungu

Ubi ungu, yapp siapa yang tak kenal jenis umbi yang satu ini. Selain kandungan antosianinnya yang menimbulkan warna alami ungu yang cantik, umbi  ini kaya akan nutrisi. Bahkan saya baca dari beberapa referensi menyebutkan, ubi ungu juga baik sebagai antioksidan dan antikanker. 

Selain dikenal kaya akan karbohidrat dan mampu menggantikan peran nasi, ubi ungu menyimpan beta-karoten yang mampu mengubahnya menjadi vitamin A yang baik bagi tubuh. Bukan sekedar mengandung vitamin A, Ubi ungu juga mengandung aneka jenis vitamin B, E dan K. 

Tentu umbi ini baik bagi pencernaan, saya bahkan pernah memakanennya dalam keadaan masih mentah untuk menyembuhkan rasa tak enak didalam perut. Hanya dengan mengupasnya, lalu mencucinya bersih, rasanya seperti mirip dengan bengkoang.  Karena kandungan vitamin K-nya berarti ubi ungu baik untuk proses penyembuhan luka, dengan kandungan kalsium dan zat besi juga pastinya. Tak jarang, ubi ungu menjadi alternatif makanan bagi penderita diabetes juga.



Oleh karena manfaat dan kandungannya yang segudang ini, saya mencoba mengolah umbi ini dalam bentuk puding. Didapatnya juga mudah, bisa dari hasil kebun sendiri, bisa juga beli dipasar, yang jelas gampang banget ditemukan. Ubi ungu juga bisa diolah menjadi beraneka jenis cemilan, mulai dari keripik, jenis stick, donat, gabin ubi ungu hingga bola-bola ubi ungu isi coklat yang sedang ngetrend di tahun saya membuat postingan ini.

Bahkan ubi ungu sangat enak disantap hanya dengan cara sekedar dikukus ataupun direbus. Saya sendiri tipe penikmat aneka jenis umbi-umbian. Warna ungu yang dihasilkan ubi ini, bahkan berhasil membuat saya jatuh hati, karena sangat alami ketika dibuat aneka jenis kuliner. 
Selamat mencoba !!

#ubiungu 

Jumat, 26 Juni 2020

Cooking : Pempek Dos Saos Kecap


Pempek Dos Saos Kecap 

Bahan Biang:
- 300ml air
- 150gr tepung terigu
- sejimpit garam/ bumbu kaldu

Bahan Adonan:
- 3 siung bawang putih, haluskan
- 300gr tepung sagu

Bahan Isian:
- 2 butir telur
- sejimpit garam


Cara Membuat:
1. Didihkan air dalam panci, masukkan bahan biang masak hingga mendidih sambil terus diaduk supaya tidak gosong.
2. Dalam wadah, campurkan bahan biang dengan bahan adonan, uleni sampai kalis dan tercampur rata. (sedikit demi sedikit aja ya nyampurin sagunya).
3. Ambil adonan secukupnya, bentuk seperti mangkuk pada tangan kiri (lumuri tepung sagu supaya tidak lengket), lalu masukkan bahan isian telur secukupnya.
4. Didihkan air dalam panci, rebus sebentar sampai mengapung. Angkat. Tiriskan.
5. Goreng. Dan sajikan. (Saya edisi ga pake cuko, tapi pake saos kecap dan taburan bawang goreng). #pempek #pempekdos #reseppempek #funcookiesdf #resepfuncookiesdf



Pempek Dos Part Ke- Sekian

Ini tentang pengalaman membuat makanan di dapur. Belajar memasak mungkin namanya. Tapi bukan sekedar belajar, lebih tepatnya ingin mengacaukan isi dapur dengan kegiatan yang unfaedah. Berawal dari punya teman orang Palembang, kemudian mencoba mencicipi makanan khasnya yang banyak dijual di sekitaran lingkungan tempat bekerja. Ternyata makanan khas ini memang sungguh nikmat.

Seperti yang kita tahu, di era zaman yang serba canggih, modern, milenium, milenial, 4.0, hingga di tahun 2020 ini ada yang namanya era new normal, aneka jenis makanan khas sudah tidak asing untuk ditemukan di berbagai penjuru kota maupun negeri. Bayangkan saja, untuk menemukan makanan khas saat ini nggak perlu jalan-jalan dulu atau naik pesawat terbang apalagi meneyeberang naik kapal ke kota si pemilik makanan khas. Bahkan cukup melalui kang ojek online atau aplikasi canggih sekali klik, mas-mas akan datang membawa paket delivery yang kamu inginkan. Nah, bisa disimpulkan bahwa mas-mas ini juga kayak jin online di dunia nyata. Yee, kann !!

Sebenarnya mau cerita pendek aja mengenai liku-liku perjalananku membuat Pempek Dos khas Palembang, dengan resep yang pernah diajarkan salah seorang teman dari Lampung. Terdengar simple dan mudah untuk dipraktekkan. Nah, perjalanan ceritanya itu dari tahun ke tahun.

Tahun 2017
Lebaran Tahun 2017, aku mulai mudik dengan membawa tepung sagu tani yang sengaja aku beli langsung dari Ciledug, pasar tepatnya. Disaat orang mudik membawa kue-kue kaleng, aku membawa bungkusan tepung sagu tani 1kg dalam sebuah wadah toples plastik khusus.
Pertama kali coba, mungkin kebanyakan terigu langsung dicampur dengan sagu dengan perbandingan 50:50 tanpa bikin bahan biang. Cuma dicampur air hangat, kemudian diisi telur lalu direbus. Dan, taraaa beginilah seperti yang terlihat gambar dibawah, teksturnya sangat keras, dan tengahnya itu masih berwujud tepung ada yang masih mentah tepungnya meskipun sudah digoreng juga. Haaha. Inilah yang disebut dengan kegagalan kali pertama. But, I never give up !! You know me so well !!

teksturnya asli keras dan dalemnya masih putih :D

Kalo foto yang dibawah ini adalah cukonya, ala-ala pake asam jawa yang banyak, gula jawanya bukan yang warna hitam, dan itu kebanyakan cabe juga. Jadi beginilah penampakan cuko yang sempat dihujat gagal juga oleh Sang Penguasa dapur, Ibu. Jadi itu kebanyakan bikin cukonya hampir sebotol sirup ABC penuh. Inilah kesempurnaan kegagalan tahap 1.


Tahun 2018
Masih sama, masih dalam waktu lebaran edisi mudik. Tetap semangat menggapai impian bisa membuat Pempek. Dengan membawa tepung sagu cap pak tani saat mudik, dan beberapa bahan-bahan kue lainnya. Kali ini dengan skill seadanya,  jiwa motivasi dan keinginan saya untuk menghancurkan dapur semakin membuncah dan semakin meronta-ronta. Tapi di tahun ini, tidak ada foto pempek dos yang diabadikan, karena masih dalam kategori "gagal tahap 2". Kalo tahun sebelumnya keras, bantat dan mentah, tahun ini sangat berbeda. Karena kebanyakan tepung sagu, sehingga adonan terlalu lembek. Alhasil telurnya meluber dan meletup-letup saat direbus. Semakin kompleks kejadian didapur. Kali ini Sang Penguasa Dapur tak mau ikut campur, karena sudah tahu akan kegagalan yang sama dengan kasus yang berbeda.

Tahun 2019
Tahun ini terasa berbeda. Ini dimulai dengan memasaknya mendekati waktu tengah malam dan banyak drama saat membuatnya. Dibuat dengan asal-asalan, namun tekstur yang didapat dan hasilnya cukup benar dan memuaskan. Uniknya, digoreng dengan kompor listrik yang panasnya itu cukup lama. Jadi butuh waktu ekstra untuk menanti penggorengan. Belum lagi drama, adik besar yang nangis saat kebangun gara-gara mencium aroma makanan ditengah malam.



Dan begitulah penampilannya, kami santap bersama ditengah malam yang penuh drama kala itu.
Untuk menghargai karya kebanggaan saya, karena bisa dikategorikan keberhasilan atas keberuntungan yang penuh drama, maka saya bagikan dan abadikan resepnya di ig @funcookiesdf dan juga di blog ini tentunya, untuk mengenang jasa pahlawan dapur yang sering gagal dan mencoba bangkit ini.
Sengaja nggak buat cuko, memanfaatkan apa yang ada. Karena ada stock saos pedas, kecap manis dan bawang goreng yang berlimpah, sehingga saya ciptakan resep dibawah ini, selamat mencoba, semoga berhasil.


Lomba Puisi Tentang Wanita dan Ibu

Sebetulnya ini pengalaman lama, jaman-jaman masih suka bermain sastra.
Sekitar bulan maret 2017, waktu iseng cari lomba sastra lewat instagram. Dan waktu itu nemu lomba dari akun @baitsemusim yang udah nggak diraguin lagi jumlah followersnya.
Kebetulan banget nemunya pas yang mudah, tapi semudah-mudahnya lomba ini bagi kaum sastrawan, justru waktu itu aku muter-muter mikirin puisi macam apa yang akan aku tulis, seperti apa judulnya nanti, berapa bait dan bergenre apakah nanti puisiku supaya bisa menangin giveaway.

Jadi, waktu itu lombanya bertajuk "Hari Wanita Indonesia" atau lebih tepatnya bertagar #HWI2017.
Nah, karena aku sendiri adalah tipe orang yang suka mendapat inspirasi secara mendadak dan let's do it, akhirnya aku kepikiran sosok wanita terhebatku. Siapa lagi kalau bukan Ibuku, Eomma, Eommonii, Uri Eomma. Dan tanpa pikir panjang, aku mulai bikin script puisinya, dan aku revisi untuk beberapa hari juga kalo aku nggak salah mengingatnya.

Uniknya, waktu itu aku nggak tahu hadiahnya apa, bahkan bener-bener nggak merhatiin hadiahnya apa. Yang terlintas dalam pikiran hanya bisa ikut berkarya, dan sedikit berharap bisa menjadi salah satu pemenangnya. Hal semacam ini, bagi seorang wanita tipe saya begini sudah bagaikan anugerah terindah. Mungkin kalau diibaratkan cerita negeri dongeng seperti kisah Aladdin dan lampu ajaibnya atau dongeng-dongeng semacamnya yang mendapatkan kebahagiaan hakiki dengan usaha dan jerih payah yang sebanding tentunya.

Antara yakin dan nggak yakin juga buat kirim karya puisinya. Dan akhirnya aku kirim juga, karena simple banget persyaratan lombanya itu. Jadi cuma kirim karya lewat Direct Message di IG, nggak ribet harus follow akun ini dan itu, apalagi mention temen ini dan itu, atau like sebanyak-banyaknya postingan tertentu, bahkan tidak pula mesti share postingan ke akun-akun follower. Dan ini adalah salah satu kriteria yang amat saya sukai dari lomba kali ini karena Gratiiiss Man. Lomba yang terkesan simple, hemat, cermat, dan to the point.

Dan, berikut ini adalah hasil coretan karya puisiku yang biasa saja, tapi alhamdulillah menang juga, Juara I waktu diumumin sama mimin. Kalo nggak salah waktu itu namanya Kak Ulum Bidari. Waktu info kalau juara itu, kita harus kirimkan ID Line. Dan beruntung saya adalah seorang pengguna Line setia sampai sekarang (Diketik pada Juni 2020).

Paham kan, isi tentang puisi yang aku tulis ini. Jadi ini tentang sosok perempuan, alias wanita tegar yang tetaplah mempunyai kodrat sebagai wanita yang butuh dibimbing, dihargai bahkan disakralkan jika perlu. Wanita itu kaum lemah, kadang manja, kadang perkasa, bahkan juga bisa jadi kaum raksasa. Ingat kan bagian terbaik dari orangtua adalah, Ibu,Ibu,Ibu barulah ayah. Ibunya 3x, ayahnya setelah Ibu. Itulah orangtua kita. Isi puisinya ya begitu saja intinya kalau dikulik oleh saya. Kalo sastrawan senior mungkin akan berpendapat dan berpandangan lain. It's Ok. Setiap orang dianugerahi dengan keputusan dan cara pandang yang berbeda-beda bukan?!!

Nah, berbicara tentang isinya cukup segitu aja. Terakhir, tentang hadiahnya. Hadiahnya itu lumayan banget bisa buat menyambung gaya hidup yang serba mahal, terutama harga kuota internet. Karena hadiahnya tidak jauh-jauh amat dari dunia digital. Yakni, pulsa sebesar seratus ribu rupiah. Tentunya bagi kalangan saya yang notabene-nya adalah mahasiswa yang berstatus karyawan di sebuah perusahaan yang jarak kampus dengan jarak tempat kerja bisa dibilang berjauhan atau bahasa kerennya long distance, ini adalah hadiah yang sangat bermanfaat. Alih-alih harga paket internet kala itu masih lumayan murah, sehingga bisa saya bagi-bagi ke Ibu juga sebagai sosok yang menginspirasi puisi ini. 
Kalo nggak salah waktu itu juga mau diadaain sertifikat, tapi ngga jadi. But, It's OK while your's got an appreciation.
Terimakasih #HWI2017, Semoga masih banyak lomba-lomba gratis yang tidak membuat persyaratan lomba tidak menjadi sulit. 

#lombapuisi #hariwanitaindonesia


Kamis, 10 November 2011

My Future Painting

 Dear

Ini lukisan ku 

Entah siapa yang kulukis 🙂

Tapi tergambar ini pasti seseorang di masa depanku. ^.^ :)) love




 

#future #real #painting #lukisan