Pempek Dos Saos Kecap Bahan Biang:- 300ml air- 150gr tepung terigu- sejimpit garam/ bumbu kalduBahan Adonan:- 3 siung bawang putih, haluskan- 300gr tepung saguBahan Isian:- 2 butir telur- sejimpit garamCara Membuat:1. Didihkan air dalam panci, masukkan bahan biang masak hingga mendidih sambil terus diaduk supaya tidak gosong.2. Dalam wadah, campurkan bahan biang dengan bahan adonan, uleni sampai kalis dan tercampur rata. (sedikit demi sedikit aja ya nyampurin sagunya).3. Ambil adonan secukupnya, bentuk seperti mangkuk pada tangan kiri (lumuri tepung sagu supaya tidak lengket), lalu masukkan bahan isian telur secukupnya.4. Didihkan air dalam panci, rebus sebentar sampai mengapung. Angkat. Tiriskan.5. Goreng. Dan sajikan. (Saya edisi ga pake cuko, tapi pake saos kecap dan taburan bawang goreng). #pempek #pempekdos #reseppempek #funcookiesdf #resepfuncookiesdf
Pempek Dos Part Ke- Sekian
Ini tentang pengalaman membuat makanan di dapur. Belajar memasak mungkin namanya. Tapi bukan sekedar belajar, lebih tepatnya ingin mengacaukan isi dapur dengan kegiatan yang unfaedah. Berawal dari punya teman orang Palembang, kemudian mencoba mencicipi makanan khasnya yang banyak dijual di sekitaran lingkungan tempat bekerja. Ternyata makanan khas ini memang sungguh nikmat.
Seperti yang kita tahu, di era zaman yang serba canggih, modern, milenium, milenial, 4.0, hingga di tahun 2020 ini ada yang namanya era new normal, aneka jenis makanan khas sudah tidak asing untuk ditemukan di berbagai penjuru kota maupun negeri. Bayangkan saja, untuk menemukan makanan khas saat ini nggak perlu jalan-jalan dulu atau naik pesawat terbang apalagi meneyeberang naik kapal ke kota si pemilik makanan khas. Bahkan cukup melalui kang ojek online atau aplikasi canggih sekali klik, mas-mas akan datang membawa paket delivery yang kamu inginkan. Nah, bisa disimpulkan bahwa mas-mas ini juga kayak jin online di dunia nyata. Yee, kann !!
Sebenarnya mau cerita pendek aja mengenai liku-liku perjalananku membuat Pempek Dos khas Palembang, dengan resep yang pernah diajarkan salah seorang teman dari Lampung. Terdengar simple dan mudah untuk dipraktekkan. Nah, perjalanan ceritanya itu dari tahun ke tahun.
Tahun 2017
Lebaran Tahun 2017, aku mulai mudik dengan membawa tepung sagu tani yang sengaja aku beli langsung dari Ciledug, pasar tepatnya. Disaat orang mudik membawa kue-kue kaleng, aku membawa bungkusan tepung sagu tani 1kg dalam sebuah wadah toples plastik khusus.
Pertama kali coba, mungkin kebanyakan terigu langsung dicampur dengan sagu dengan perbandingan 50:50 tanpa bikin bahan biang. Cuma dicampur air hangat, kemudian diisi telur lalu direbus. Dan, taraaa beginilah seperti yang terlihat gambar dibawah, teksturnya sangat keras, dan tengahnya itu masih berwujud tepung ada yang masih mentah tepungnya meskipun sudah digoreng juga. Haaha. Inilah yang disebut dengan kegagalan kali pertama. But, I never give up !! You know me so well !!
Kalo foto yang dibawah ini adalah cukonya, ala-ala pake asam jawa yang banyak, gula jawanya bukan yang warna hitam, dan itu kebanyakan cabe juga. Jadi beginilah penampakan cuko yang sempat dihujat gagal juga oleh Sang Penguasa dapur, Ibu. Jadi itu kebanyakan bikin cukonya hampir sebotol sirup ABC penuh. Inilah kesempurnaan kegagalan tahap 1.
Tahun 2018Masih sama, masih dalam waktu lebaran edisi mudik. Tetap semangat menggapai impian bisa membuat Pempek. Dengan membawa tepung sagu cap pak tani saat mudik, dan beberapa bahan-bahan kue lainnya. Kali ini dengan skill seadanya, jiwa motivasi dan keinginan saya untuk menghancurkan dapur semakin membuncah dan semakin meronta-ronta. Tapi di tahun ini, tidak ada foto pempek dos yang diabadikan, karena masih dalam kategori "gagal tahap 2". Kalo tahun sebelumnya keras, bantat dan mentah, tahun ini sangat berbeda. Karena kebanyakan tepung sagu, sehingga adonan terlalu lembek. Alhasil telurnya meluber dan meletup-letup saat direbus. Semakin kompleks kejadian didapur. Kali ini Sang Penguasa Dapur tak mau ikut campur, karena sudah tahu akan kegagalan yang sama dengan kasus yang berbeda.
Tahun 2019
Tahun ini terasa berbeda. Ini dimulai dengan memasaknya mendekati waktu tengah malam dan banyak drama saat membuatnya. Dibuat dengan asal-asalan, namun tekstur yang didapat dan hasilnya cukup benar dan memuaskan. Uniknya, digoreng dengan kompor listrik yang panasnya itu cukup lama. Jadi butuh waktu ekstra untuk menanti penggorengan. Belum lagi drama, adik besar yang nangis saat kebangun gara-gara mencium aroma makanan ditengah malam.
Dan begitulah penampilannya, kami santap bersama ditengah malam yang penuh drama kala itu.
Untuk menghargai karya kebanggaan saya, karena bisa dikategorikan keberhasilan atas keberuntungan yang penuh drama, maka saya bagikan dan abadikan resepnya di ig @funcookiesdf dan juga di blog ini tentunya, untuk mengenang jasa pahlawan dapur yang sering gagal dan mencoba bangkit ini.
Sengaja nggak buat cuko, memanfaatkan apa yang ada. Karena ada stock saos pedas, kecap manis dan bawang goreng yang berlimpah, sehingga saya ciptakan resep dibawah ini, selamat mencoba, semoga berhasil.